Å·±¦ÓéÀÖ

Jump to ratings and reviews
Rate this book

Eldar: Violin & Negeri Salju Abadi

Rate this book
Ini adalah cerita persahabatan anak-anak di negeri beku. Tumbuh melalui keceriaan dunia dongeng yang menawan, ketakutan akan bayang-bayang yang lebih pekat daripada malam, juga tentang sebuah pengorbanan yang terasa paling egois, demi orang-orang yang sama sekali tidak dikenal.
Sebuah upaya mempertahankan teman paling berharga dari firasat buruk yang setiap detiknya terasa semakin nyata.
Bersama bangsa-bangsa hebat; penyihir, knight, penerbang, Violin Reila Vassal akan memulai kisahnya di Eldar. Sebuah dunia yang selama ini menjadi dongeng pengantar tidur semata. Demi seseorang yang paling berharga. Firelia!

¡°Fantasi dan cinta di negeri salju. Imajinatif.¡±
R.D. Villam ¨C Penulis Novel dan pendiri Kastil Fantasi.


¡°Sebuah dongeng tentang cinta dan persahabatan yang mengharukan!¡±
Alexia Chen ¨C Penulis Vandaria Saga, Nedera : Negeri Kegelapan

"Di mana Dongeng dan Kenyataan menjadi satu, dibalut dengan kisah cinta polos yang membawa ke dalam takdir penuh intrik."
Zen Horakti ¨C Penulis cerpen dan pembina sketch ¡®Cendol¡¯

319 pages, Paperback

First published September 26, 2013

7 people are currently reading
77 people want to read

About the author

K.A.Z. Violin

2?books22?followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
25 (38%)
4 stars
18 (27%)
3 stars
13 (20%)
2 stars
7 (10%)
1 star
2 (3%)
Displaying 1 - 17 of 17 reviews
Profile Image for Manikmaya.
99 reviews40 followers
July 8, 2014
Oke ... akhirnya buku ini selesai juga saya baca. Meskipun ini novel karakternya bejibun dan nama-namanya 'aneh' (baca : kental nuansa Eropanya), saya cukup cepat menghafal nama-nama mereka. Mungkin ini disebabkan karena si pengarang sudah berkali-kali promosi soal dunia Eldar kepada kami di grup yang kami ikuti.

Oke jadi ... buku ini unik, unik sebenarnya karena menceritakan tentang petualangan di dua dunia paralel. Tapi ... keunikan itu belum menggugah saya pribadi untuk memberi buku ini rating lebih dari dua bintang (2,1 sebenarnya).

Yang saya permasalahkan :

1. Anak-anak suku Vassal menghabiskan seluruh masa kecil mereka untuk bermain-main di sekitar hutan pinus. Hal inilah yang membuat saya merasa janggal pada deskripsi pengarang yang berkali-kali menunjukkan bahwa anak-anak ini (terutama Violin) terjungkal, tersandung, dan terjatuh (sampai berguling-guling). Hei ... bukankah jika mereka sudah biasa main-main di sana? Harusnya mereka sudah tahu dong mana akar, mana batu, dan mana daerah yang licin atau berbahaya?

2. Si beruang putih yang-unyu-sekaligus-tidak-unyu itu juga janggal, terutama saat dia ditangkap penduduk desa. Katanya hanya anak2 itu yang bisa mendengarnya kan? Kok waktu itu Firel cuma dengar dia meraung? Harusnya dia dengar si beruang ngomong kan? -_-

3. Greed, saya kasihan sama anak ini. Namanya kok artinya 'serakah'? -_-
Lalu saya juga merasa karakter Greed ini tiba2 jadi OOC di akhir. Masakan anak aneh,dan super heboh macam dia tiba-tiba saja bisa jadi pemberani dan cenderung berwatak seperti kesatria yang dididik selama satu tahun? Apa itu karena pengaruh pedang Oriash?

4. Firelia dan Violin ... oi ayolah! Kalian datang ke Eldar buat memecahkan masalah kalian kan? Kenapa tidak ngomong langsung ke Oriash sama Paduka Raja? Dan kau EZRA, kenapa kamu tidak bilang saja ke Oriash soal masalah si Vio? Ke mana saja kamu?

5. Panglima Dietrich dan para kesatrianya, serta Paduka Elland yang terhormat ... apakah anda lupa bahwa seorang kesatria dan raja haruslah bisa menjaga ekspresi poker face di segala situasi? Masakan karena kehebohan beberapa anak kecil saja anda jadi panik dan salah tingkah?

6. Anak-anak Suku Vassal ini ... kok tidak ada satupun yang kangen sama orangtuanya?

7. Vio dan Firel diasuh oleh keluarga Evanz ... jadi seharusnya hubungan mereka lebih mirip saudara-saudari daripada teman dekat dong? -_-

8. Oke ini subjektif ... menurut saya tingkah laku Vio terlalu heboh (lebay) terutama soal 'KYAAAAA!!!'-nya yang terlalu sering, lalu Firel dan Lio ... juga kok kayak pasrah saja saat hendak 'dikorbankan'. Berontak kek? Lawan kek? Nangis kek?

9. Karena takdir masa depan Vio melawan Efandar sudah dibeberkan ... saya jadi merasa unsur kejutan di sekuelnya akan sangat ... berkurang. Selain itu si Oriash akhirnya mati / hilang ya? -_-



Yang saya sukai dari novel ini :

1. Typonya minim dan bahasanya lumayan baik dan benar.

2. Khas seorang Kazzak, ia spesialis dalam adegan perang dan pertarungan. Seperti yang ia lakukan saat event BATTLE OF REALMS dulu.



Kesimpulannya :

Novel ini layak dibaca sebagai dongeng pengantar tidur untuk anak-anak usia 3-9 tahun, seperti yang sudah dijabarkan penulisnya. Tapi bagi orang macam saya yang lebih menyukai intrik yang dalam, novel ini kurang bisa dinikmati.

*Btw salut atas kegigihan Vio yang bisa selesaikan banyak novel melebihi temen-teman Le Chateau de Phantasm lainnya*
Profile Image for Aulia Dewi.
1 review1 follower
October 2, 2013
Novel ini adalah novel, akh! bukan novel! ini dongeng! dongeng yang supeeeeeer indah! dan satu lagi, merepotkan sekali.
Merepotkan bukan berarti dalam arti tulisan atau ceritanya, tapi cara mendapatkannya. kenapa repot? karena si Author sudah kasih kabar dongeng ini terbit tanggal 28 sept. padahal udah jelas-jelas terbitnya tanggal 30 sept.
"Editorku bilang terbit tanggal 28. Aku belum ke Jogja. bantu akuuu!"
dengan rasa nggak tega dan nggak mau ketinggalan novel karya orang terdekatku untuk kedua kalinya, maka pergilah saya ke gramedia. tapi nyatanya buku itu belum juga mejeng di toko buku. akhirnya setelah keluar masuk gramedia 4 hari berturut-turut *sampe petugas gramedianya kenal saya*, Eldar pun sampai ke tangan saya kemarin pagi. dan saya memutuskan untuk baca dongeng itu setelah saya tidur (maklum, saya kerja shift malam. jadi tidur di pagi hari)
Nah, setelah sesi curhatan gaje di atas, mari kita review dulu buku ini.

Eldar bercerita tentang seorang anak (?) lelaki bernama Violin yang selalu kerepotan menjaga Firelia, gadis yang disayanginya. Firelia selalu menantang bahaya seperti mengajak seekor beruang ganas bicara hanya karena ingin menemukan Eldar, dunia yang selalu didongengi bibi Eva setiap malam. namun suatu hari, mereka berdua bersama teman-teman yang lain mendapat kesempatan untuk mengunjungi Eldar ketika bertemu beruang kutub yang menjaga batas antara dunia Eldar dan dunia Araena (tempat tinggal Violin dan Firelia). Mereka semua begitu senang dan bahagia tinggal di sana beberapa saat. Tanpa mereka sadari kalau bayang-bayang jahat Sireh si penyihir gelap menanti dua di antara anak-anak itu untuk membangkitkan kehancuran Eldar.

Saat membaca Eldar, saya benar-benar merasa masuk ke dalam dongeng ini karena bahasa yang apa adanya. Membuat saya bisa merasakan kepolosan Violin dan Firelia, kehangatan keluarga dalam sebuah rumah di negeri yang beku, dan keceriaan anak-anak yang berkumpul untuk mendengarkan dongeng (hal yang saya rasa sangat jarang terjadi)pada bab-bab awal. Saat si Author memperkenalkan Eldar, saya sebagai pembaca entah kenapa merasa menjadi salah satu anak-anak yang juga berkunjung ke Eldar yang hanya mereka tahu dari dongeng. sebuah dunia dimana banyak sekali keajaiban, makhluk-makhluk unik seperti peri dandelion, kurcaci, penyihir, penerbang (seperti manusia dengan sayap. tapi bukan malaikat, ya).

Ada beberapa hal yang aneh dari dongeng ini.
Pertama, sampul. waktu liat sampulnya, dahi saya langsung berkerut. jujur aja saya masih merasa aneh sama cowok bersayap di cover itu sekalipun sering liat itu gambar dari foto profil si Author. saya lebih suka cover rancangan awal yang pernah dipublish si Author pertama kali (seorang anak lelaki bermantel tebal yang berdiri dengan si beruang kutub). itu lebih keyen dan saya rasa cocok dengan judulnya.
Kedua, selama membaca saya merasa sedikit kesulitan. sebenarnya Violin (si tokoh utama, ya. bukan si Author!) dan Firelia itu anak-anak atau remaja? (mereka dipanggil anak-anak, tapi kalo liat dari cara mereka bicara, mereka seperti remaja. apa jangan-jangan... mereka anak-anak korban sinetron? *plak!) jujur aja, kalo tidak ada ilustrasinya, saya pasti bingung mau bayangin mereka gimana.

Namun keanehan-keanehan itu tidak mengurangi indahnya novel ini.

Kayaknya cukup itu aja. aku bukan tipe orang yang bisa kasih review bagus .__.
Profile Image for L Elih.
3 reviews5 followers
December 14, 2013
TANGGAPANKU SEPUTAR BUKU
¡°ELDAR : VIOLIN DAN NEGERI SALJU ABADI¡±

Huaaaahhh akhirnya malam ini di hari selasa tanggal 19 November 2013 aku mengkhatamkan buku dongeng karya K.A.Z_Violin. Sebenarnya buku ini sudah lama aku beli+baca, hanya saja waktu yang memperlambat proses khatamnya. Kalau tidak terhambat, aku yakin bisa menyelesaikannya dalam waktu 2 hari ( heheheh :D ). Jujur saja buku dongeng ini membuat aku penasaran, dari setiap babnya ingin cepat-cepat dibuka lembaran-lembarannya. Ceritanya menarik, fantasi banget deh. Dari pas belum terbit saja aku sudah tanya-tanya kapan terbitnya ke penulisnya. Dan aku kaget pas lihat profile penulisnya, aahh dulu aku panggil dia kakak, udah tahu seumuran ya sudah aku panggil dia Thole, nama yang unik hihihi. Sebelumnya kenal dia dari sebuah kelas menulis, dia mengisi acara seminar di sekolahku itu. Dan lebih kagetnya lagi aku kira dia ceweeeekk , ternyata aku tertipu. -_- asli dia cowok dengan nama ke cewe-ceweannya. :D

Dongeng tentang Eldar. Kebiasaan anak-anak Suku Vassal adalah mendengarkan dongeng dari keluarga Evanz. Seminggu sekali, di malam hari saat salju turun dengan derasnya, anak-anak berkumpul di rumah Evanz dan semalaman mendengarkan dongeng-dongeng yang mengagumkan. Anak-anak itu terbagi menjadi dua kelompok : anak laki-laki lebih senang mendengarkan cerita dari Evanz tentang perang-perang hebat yang terjadi di benua-benua terbesar, yaitu Eve. Dia telah melalui banyak perang besar dan yang terbesar adalah perang takdir. ( perang antara Tuhan dengan umatnya yang dipimpin oleh jenderal Agung Eve, Zurra Vloreanth. )

Lain anak laki-laki, lain juga anak perempuan. Mereka lebih senang mendengarkan cerita dari Eva tentang sebuah dunia ajaib yang disebut Eldar. Tempat yang berada di balik Negeri Salju Abadi dan menyimpan begitu banyak hal ajaib.

Buku ini menceritakan tentang Violin dkk yang berpetualang di negeri Eldar, Negeri Salju Abadi. Sebuah negeri yang sering dia dan teman-temannya dengar lewat dongeng-dongeng bibi Eva. Bibi Eva sendiri yang merawat Violin dan sahabat sedari kecil yang paling Violin sayang dan paling berharga baginya, bagaikan nafas kehidupannya yaitu Firelia Vassal. Dan dari sinilah awal mulanya dongeng Eldar. Violin Reila Vassal tersisipi waktu, dia di bayang-bayang oleh mimpi buruk tentang masa depannya. Bertemu dengan seorang penyihir, sahabat sejatinya saat menempuh perjalanan jauh, Elegi dan Zhave. Dua sahabatnya yang selalu menemaninya kemana pun dia melangkah dalam perjalanannya mencari Firel. Sebuah pengadilan yang ingin menghukum matinya, penyihir yang paling di takuti di Eldar, Erandaf. Violin dkk tetap melangkahkan kaki-kaki kecilnya untuk menemukan Firel, di Lembah Janji.

Di awal cerita Violin yang suka menemukan Firelia dimana pun ia bersembunyi pasti dia menemukannya. Waktu itu Firelia pergi ke lembah beruang. Gadis itu memiliki khayalan yang tinggi dan orang yang pertama kali mempercayai bahwa dongeng yang bibi Eva ceritakan itu benar-benar ada, yaitu tentag negeri Eldar. Negeri yang di dalamnya bercerita tentang keajaiban, sihir, knight, penerbang, dewi skayla yang tertidur di puncak pohon kristal dan keajaiban-keajaiban lainnya. Dia datang ke lembah beruang untuk mengajak ngobrol mereka. Tetapi yang di dapat ternyata bukan itu, dia malah di serang oleh beruang yang ganas sampai kakinya terkilir saat mencoba menghindar dari kejaran beruang itu. Saat beruangnya ingin mencengkram Firel, datanglah Violin yang menebas langsung beruangnya hingga meninggal. ( ini hebat bukan ? hahaha :D namanya juga cerita fantasi. Okeh-lah hehe )
Dongeng ini mengunakan bahasa yang enak untuk di baca, sangat ringan dan mudah di mengerti. Sangking ringannya menurutku gaya percakapannya seperti gaya bahasa sehari-hari. Pas goresan pertama sedikit kecewa sama bahasanya, tapi pas terus membuka lembaran berikutnya langsung menemukan apa yang di harapkan. Awalnya aku baca, ¡®wah ini emang buku untuk anak-anak, keliatan dari bahasanya¡¯ pas udah baca bab-bab selanjutnya aku yakin anak-anak pasti tidak akan terlalu paham ceritanya, dan justru hal itu jadi hal yang menarik buat aku, orang dewasa yang sok dewasa aiihhh. -_-

Aku suka cerita dongeng yang ada nyanyian-nyanyiannya. Pertama kali bibi Eva menyanyikan lagu Dewi Skayla. Beberapa kali aku baca dengan sedikit nada fals, tetap saja tidak ada nada yang tepat untuk mengiringinya. Di tanyain ke yang nulisnya gimana nadanya, di jawab,¡¯ya gitu deh¡¯ huufffhhhh. -_- tapi aku suka. ?

Skayla... Skayla...
Lagi dinyanyikan menghantar kami untuk persembahan pada-Mu.
Skayla... Skayla..
Bersenandung di puncak malam menerangi malam kami yang gelap dengan sinarmu...
Melindungi kami dari mimpi buruk.
Skayla...
Kau datang mencipta damai...
Kau juga yang nanti ¡®kan mengakhiri damai.
¡°Datanglah ke selatan, menemui penguin-penguin saat aku datang!¡±
Tidurlah lebih lama, Skayla! Jangan bangun dulu untuk mengakhiri damai!
Mimpilah yang indah dan berikan kami kemuliaan!
¡°Aku lelah tidur dan akan bangun saat para pengelana menjenguk!¡±
Tidurlah dan hanyut dalam mimpi-mimpimu!
¡°Saat aku bangun, carilah penguin-penguin!¡±
Kami akan menjaga tidurmu, Skayla, agar tetap terbuai dalam mimpi.
Tidurlah... jangan bangun sebelum mimpi-mimpimu berakhir!

Dan nyanyian inilah yang menjadi pelengkap kebanyakan dongeng-dongeng pengantar tidur untuk anak-anak, selalu ada nyanyian-nyanyian yang bahkan bisa di hapalkan oleh anak-anak. Dan ada beberapa lagi nyanyian-nyanyian lainnya seperti nyanyian waktu anak-anak bermain ke bukit beruang untuk mencari Eldar, dan nyanyian si penyihir Oriash yang bijak. Di baca dari lirik lagunya, anak-anak banget. Buku ini memang cocok untuk anak-anak yang di jaman sekarang sudah terbilang jarang mendengarkan dongeng-dongeng lagi. Dari buku dongeng ini, aku melihat si penulis benar-benar ingin mempersembahkan sebuah dongeng yang berbeda dari biasanya. Dongeng ini diperpadukan dengan dunia nyata, manusia dengan dongeng dari pemikiran liar si penulis sampai akhir cerita, pembaca akan mulai menemukan banyak hal yang ajaib, menakjubkan, tidak masuk akal tetapi menyenangkan, perasaan tegang, terharu dan pastinya ada pelajaran tapi tidak dengan cara menggurui, bagaimana anak-anak bersahabat,dan berteman baik.

Kesimpulan terakhir dariku, buku Eldar buku dongeng yang bagus untuk orang tua bacakan sebagai pengantar tidur anak-anak, meskipun ada efek sampingnya. Saat cerita tentang pohon kristal, penyihir Sireh dan saat Dewi Skayla bangit dari tidurnya itu lumayan menegangkan dan menyeramkan, akan terbayang-bayang dan terbawa dalam mimpi. Dan itu terjadi padaku. -_- ( Terbang bersama peri Dandelion juga, cihuuyyyy :p ) biarkan anak-anak bermain dengan imajinasinya sedari kecil. Maka mereka akan mempunyai pemikiran yang luas. Bacakan dongeng-dongeng yang mendidik tapi asik kaya Eldar lah ( tuh aku bantuin promo, kasih bonus ya ? ckckck ) tapi bener bu, pak buku ini sangat imajinatif dan inspiratif. Biarkan anak-anak melangkahkan kakinya untuk menggapai impiannya, menemukan apa yang menjadi sesuatu yang berharga baginya yang perjalanan pencapainya penuh dengan intrik dan jangan ada kata menyerah, seperti Violin yang tidak pernah lelah dan menyerah, terus melangkahkan kaki-kaki kecilnya, melakukan perjalanan untuk menemukan seseorang yang paling berharga baginya, Firelia Vassal.

Selamat untuk Thole. Sukses untuk karya-karyanya, tetaplah berkarya. :D di tunggu buku ke-2nya, Buku Sejuta Mantera. Jangan kelamaan jarak terbitnya, jangan buat kelamaan penasaran, nanti aku keburu bosan. Bosan menunggu. ? semoga tidak ya ? hey meskipun genre kepenulisanku beda denganmu, tapi aku suka dongeng, fantasi, horor, semua genre di coba wkwkwk , tapi tetap cewek mainnya perasaan, jadi lebih ke romance hehehehe. Doakan aku juga, semoga bukuku cepat terbit. Kita ramaikan dunia kepenulisan indonesia. Salam Penulis. ?
Profile Image for Ghostqueror Famel-chan.
1 review2 followers
October 17, 2013
"dongeng" yang sangat hebat yang mamou membuat setiap orang yang membacanya seolah-olah melihat secara langsung dan merasakan setiap detail peristiwa-peristiwa yang terjadi..... pokoknya sebuah novel yang sangat wajib untuk dibaca oleh para penikmat dunia fantasi
Profile Image for Fajar H.
9 reviews2 followers
February 13, 2019
Udah cukup lama baca buku ini, sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu. Tapi, plotnya masih cukup jelas di kepalaku. Dan buku ini adalah satu-satunya novel fantasi Indonesia yang aku baca. Bahkan deretan judul beken dari Vandaria saga belum pernah aku baca.
Secara keseluruhan aku suka banget sama latar belakang ceritanya, penggambaran dunia alternatifnya juga sangat deskriptif. Karakter - karakter yang diperkenalkan di "seri pertama" ini juga sangat banyak menurutku. Konflik cerita dan gambaran aksi laganya juga keren dan sangat tervisualisasikan melalui barisan kalimat yang mudah dipahami. Overall, I enjoy it.
But, yang menjadi kekurangannya menurut aku adalah setting nama lokasi dan nama - nama karakter yang berdasarkan penamaan Eropa. Kenapa tidak mengambil dari nama - nama lokal saja? Menurutku tidak ada salahnya jika mencoba formula baru dari dunia fantasi mainstream.

Sayangnya lagi, buku seri selanjutya yang katanya "sudah selesai" ditulis hingga saat ini belum ada di toko buku yang biasa aku kunjungi. Jika memang seri ini dihentikan penerbitannya, maka dunia fantasi Indonesia telah kehilangan salah satu karya yang keren dan berpotensi menjadi cult di dunia fantasi Indonesia.
1 review
December 31, 2023
hai kak violin, aku salah satu penggemar cerita mu yang eldar ini. aku juga punya buku cerita nya udah lamaaaaaa bangetttt, dulu aku beli nya di toko buku GRAMEDIA. sesuka itu kak!! bahkan saking lama nya aku punya buku ini, kertasnya udah menguning dan lusuh, tapi aku simpan dan rawat dengan baik?
tapi di bagian akhir epilog ada tulisan "tapi semua ini belum berakhir..." apa bener ada eldar 2?? dari dulu aku ingin sekali membaca nya jika memang benar!! bahkan aku mencari informasi mengenai eldar 2 jika memang benar ada.
apakah kak violin masih menjadi penulis cerita?
salam dari aku untuk mu kak, aku salah satu fans mu dari lama!!
???
2 reviews
November 23, 2017
Lezat. Sedap. Dan tentunya sangat manis

Perjuangan Violin untuk menyelamatkan Firelia itu hebat banget lho. Sudah pasti si Vio itu sayang banget sama Firelia. Firelia juga sama toh. Terus temen" setia mereka yang selalu siap membantu.

Cerita Fantasy dengan bumbu Romance dan Friendship emang yg paling mantap <3

Btw, ada sekuelnya gak sih?
Profile Image for Wisanggeni.
3 reviews2 followers
October 10, 2013
komentar gw...

Ketika pertama kali mengetahui tentang novel ini pasti yang menjadi pertanyaan dipertanyaan kita adalah apa sih Eldar itu. Eldar adalah suatu dunia dongeng yang diceritakan bagi anak-anak di Araena. Penduduk eldar hidup secara damai tanpa ada konflik yang terlalu besar dalam berbagai macam negeri atau kerajaan. Di sana ada berbagai macam ras seperti manusia, penerbang, kurcaci, penyihir dan Knight( gw tidak tahu kenapa untuk ras ini memakai istilah asing sementara yang lain memakai istilah Indonesia. Yah apalah arti sebuah nama..hoho)

- sebelum novel ini terbit, penulisnya pernah memperlihatkan 2 macam cover untuk novel ini yang pertama seekor beruang dan anak kecil sedangkan yang kedua adalah yang akhirnya dipakai sebagai cover resminya, bergambar seseorang pemuda bersayap. Awalnya gw cenderung lebih suka cover pertama karena setelah melihat cover yang kedua merasa nuansanya seperti novel dengan tema malaikat. Syukurlah sang penulis memberi pencerahan bahwa si manusia bersayap bukanlah semacam malaikat melainkan seorang penerbang, salah satu dari ras di eldar. Mengetahui hal tersebut, setelah mulai membaca novelnya, muncul pertanyaan si ¡®dia¡¯ kok tidak bersayap dan nampak seperti orang biasa. Hingga sedikit demi sedikti misteri tersebut mulai tersingkap. Oh ada seseorang yang memakai kalung sama dengan pria di cover, trus ada orang lain lagi yang memakai kalung yang sama, ada yang kehilangan anak, penerbang terakhir dst.
- prolognya bagi gw jadi semacam spoiler. Kita jadi tahu bahwa di masa mendatang si ¡®dia¡¯ menjadi begini, hingga sepuluh tahun si dia masih belum bisa menemukan hal berharga yang dicarinya itu. Tapi ternyata ada kejutan di bagian tengah yang menguak apa yang terjadi pada prolog tersebut. Konsep yang menarik bagaimana si dia bisa mengalami kejadian di prolog.
- Awal-awal baca novel gw merasa terlalu banyak dialog dan di antara banyak dialog itu kebanyakan adalah dialog yang tidak terlalu penting. Untunglah lama kelamaan mulai enak dibaca, banyak keajaiban, misteri atau kejutan yang membuat gw menjadi ingin terus membacanya.
- Pembicaraan tentang ¡°aku akan melindungimu, aku akan menjagamu bla bla¡± terlalu banyak diumbar. Mungkin itu untuk menunjukkan sebetapa besar si dia dalam menyayangi orang tersayangnya, alhasil(ini kata favorit penulis) itu malah membuat gw agak sebal.
- Pertarungannya terasa lama, dengan serangan-serangan yang agak monoton dan membosankan.
- Di akhir cerita ada yang agak mengganjal menurut gw. Saat si dia dan temannya mau melakukan perjalanan, apa mereka tidak dilatih dulu sekian waktu atau setidaknya istirahat beberapa saat barang semalam 2 malam setelah hari yang melelahkan tersebut, sekaligus mempersiapkan hal-hal yang sekiranya akan diperlukan dalam perjalanan nanti. Apa tidak lelah, tidak tergesa-gesa dan malah langsung pergi begitu saja saat itu juga.
- Ilustrasinya pas dan tidak berlebihan apalagi artnya tidak terlalu mengganggu mata gw
- Penggambaran dunia eldar cukup menarik, meski yang diceritakan baru sebatas satu negeri saja. Terasa keistimewaannya seperti Beruang yang bisa berbicara, pohon kristal, peri dandelion yang bisa bikin bersin-bersin, bunga yang menari dll.
- Epilognya kok malah begitu. Ini kalau sequelnya tidak melanjutkan yang terjadi dalam epilog bakal menjadi spoiler yang menyakitkan. Sudah ketahuan si dia bisa melakukan ini, akan kemana ketemu siapa dapat teman siapa dan dapat musuh siapa. Apalagi jika sequelnya adalah petualangan si dia saat memulai perjalanan untuk satu buku satu negeri.
Author?3 books29 followers
June 6, 2017
Saya mulai membaca buku ini sejak buku ini dipajang di toko buku. Begitu membaca 2 halaman pertama, saya tidak kuat baca karena kalimat2nya terlalu manis dan agak berlebihan. Jadi saya taro dulu di timbunan lalu wara-wiri baca novel2 lain, bahkan mencoba untuk beradaptasi membaca novel2 YA yg sarat romance remaja. Akhirnya saya putuskan untuk membaca kembali buku ini sebagai Appetizer. Nah, kesimpulan yang saya dapatkan adalah buku ini kekanakan sekali. Saya setuju dengan review Manikmaya disini. Semuanya seakan serba gampang, serba ceria, serba manis. Saya tambahkan sedikit dari review nya Manikmaya :

1. Negeri Salju Abadi. sepanjang tahun saljuuuuu terus.... Tapi tak satupun dari rakyat suku vassal yg mengeluh dengan hawa dingin yang menggigit, ataupun kesulitan2 mereka mencari makan. Ditempat saljuan gitu binatang apa yg bisa tahan? Bukankah populasinya pasti sedikit? Dan anak2 tetap ceria dan senang2 aja dgn kondisi demikian.

2. Ezra mengingatkan saya pada beruang-entah-siapa-namanya-itu-lupa di Golden Compass.

3. Saya bilang manis karena meskipun cowok, violin terlalu banyak menyuarakan rasa sakit, rasa terkejut, rasa ... Banyak deh ... Dengan ... "KYYAAA!", "aaah", "heh?", "huh!", "dasar!", "anak manis!", "anak pintar!", "anak nakal!". Umur anak2 ini berapa tahun sih? Memangnya ada anak2 yg saling memuji "anak manis" ke sahabatnya? Dan kisah persahabatan/cinta antara violin dan firelia ini sungguh teramat sangat aneh. Jadi sekali lagi saya penasaran, UMUR BERAPA SIH MEREKA?

4. Seperti yg saya bilang tadi, semua serba gampang. Ezra membawa anak2 kecil pergi jauh dari ortu, hayuuuk banngg! Penyihir ngajak anak2 asing ketemu dengan Raja penguasa Eldar, hayuuuukkk baaang, toh raja ne gak ada kerjaan lain. :p para Knight (kenapa ga pake kata ksatria sih? Udah konsisten gt dari awal tulisannya ga ada istilah asing, eh di akhir bab ada lagi istilah asingnya) yang seharusnya gagah perkasa dan kudu tegas tapi begitu ketemu anak2 jadi salting, baaang Knight kumaha atuh? Jaim dikit dong. Anak2 kemudian diuji kemampuan lalu langsung bisa menggunakan senjata pedang dan panah. He-eh dah, logis kok.

5. Di awal2 bab terlalu banyak penggunakan tanda baca seru, jadi saya bacanya di dalam kepala juga tokoh2 ini teriak2. Gyaaaaaa!! Hentikaaaan! *nular*

6. Di bagian akhir adegan pertempurannya cukup seru, saya bisa membayangkannya tapi dengan visualisasi animasi. Sungguh saya tidak bisa menganggap tokoh2 ini dalam dunia realita. Kalo dibikin animasi saya rasa cukup bagus

7. Puisi2 yg dijadikan lagu, itu juga kreatif, saya cukup salut. Kalimatnya rapih dan bagus. Tapi walaupun buku ini menargetkan pembaca anak2, saya tetap gak suka dengan hubungan Firelia dan Violin. Aneh bin ajaib.

Udah, gitu aja.... ^^
94 reviews10 followers
July 9, 2014
Jadi, kayaknya saya udah pernah cuap2 soal buku ini di fb. Repiu lagi karena bukunya bagus ehehehe.

Cerita Eldar ini tentang petualangan sekelompok anak2 yang anak2 banget. Kalo biasanya saya ngerasa anak2 di buku laen kerasa lebih tua dari umurnya karena dipaksa ngadepin masalah orang tua, di sini saya ngerasa anak2nya bertingkah kaya anak2. Dan itu menurut saya bagus (y). Emang orang2 gede di sini jadi keliatan agak kekanak2an dan saya enggak bisa segitu seriusnya nanggepin masalah yg terjadi di buku. Tapi saya rasa itu yg saya harapkan dari cerita anak2. Simpel, manis, tapi menarik. Enggak perlu pake ruwet2an biar keliatan wow (y)

Yg paling mengesankan buat saya itu foreshadowing nya. Cara naro spoiler di ceritanya itu keren banget. Daripada bikin saya males karena udah tau duluan, malah bikin saya penasaran "kok bisa begitu." Thumbs up buat vio.

Saya juga suka pacing ceritanya yang pas. Emang kayaknya asik banget klo cerita ini dibaca anak2. Saya suka narasinya yang kaya dongeng itu, juga gimana si pengarang enggak keburu nafsu jejelin worldbuilding eldar. Saya ngarep lanjutan2 eldar tetep kerasa dongeng anak2 manis gini hehehehe

Yg bikin saya enggak terlalu "puas woaw kweeeereeeen" itu karakterisasinya. Emang anak2 di sini keliatan kaya anak2, tapi masih hummm "monoton." Jadi saya ga terlalu bisa bedain karakter satu ama lainnya karena nggak gitu keliatan bedanya. Greed yg kayaknya unik juga enggak beda2 amat sama vio. Gitu juga dengan karakter2 lainnya. Lebih kerasa mereka bergerak ngikutin plot daripada plot ngikutin reaksi mereka. Untungnya plotnya rapi dan keren. Tapi yah buat saya enggak "alami". Saya ngerasa klo karakterisasi digali lagi ceritanya bisa lebih mantap.

Kesimpulan ini cerita dongeng yg bagus dan manis banget. Semoga seri2 berikutnya makin mantap.
*angkat topi buat vio* (y)
Profile Image for Pujiyanto_x.
428 reviews7 followers
April 26, 2014
okeee, aku menyukai petualangan-petualangan bocah Vassal ini, indah. tetapi ada beberapa hal yang membuatku berkata mengurangi keindahan novel ini. pertama soal 'kyaaaaa!' yang sering diteriakkan oleh Violin--jujur aja, geli gimana rasanya.
dialog-dialog di awal terasa kaku, untunglah seiring berkembangnya cerita lambat laun mulai hilang kekakuannya bahkan tanpa terasa jadi enak diikuti.

secara garis besar kisahnya sendiri pun menarik, petualangan sekelompok anak yang pergi ke dunia dongeng dan salah satunya sedang mencari jawaban mimpi-mimpinya yang dari awal cerita sudah mengindikasikan bahwa apa yang akan ia cari adalah takdirnya. meskipun aku masih aja merasa apa yang terjadi kayak hilang fokus atau terulur-ulur sehingga hal yang terjadi kemudian di bab terakhir justru terkesan tiba-tiba dan tidak tergali---dan reaksi-reaksi teman-teman Violin....... beneran seperti itu?
Profile Image for Downey Salvadore.
37 reviews4 followers
January 9, 2017
Akhirnya selesai baca juga buku ini dalam rangka menamatkan timbunan yang makin menumpuk.

Jujur ya, buku ini sebenarnya indah. Cuman yang bikin keindahannya kurang yaitu jalan ceritanya terlalu manis, cerah, ceria. Udah gitu ada beberapa bagian yang ngambang. Bahkan ada juga bagian yang lebay banget. Hubungan anak-anak di sini juga saya katakan aneh banget. Kebayang gak ya makhluk yang masih disebut anak-anak bisa ngasih pujian yang sepantasnya diucapkan oleh makhluk non-anak-anak?

Terus juga banyak banget kalimat-kalimat yang pake tanda seru. Bayangan saya yang bilang itu jadi teriak-teriak.

"Kyaaaaa!" Itu kata sering banget nyempil di dialog-dialognya. Hell-O..... saya bacanya jijay banget sambil cengar-cengir lho. Mbok ya diganti kek biar variatif gitu.

Akhirnya: "Stooooppp!! Please, stop! This is an embarrassment!"
Profile Image for Dion Yulianto.
Author?20 books194 followers
April 1, 2014
Tidak menyangka kalau Eldar memiliki ending yang sangat bagus. Yah, walaupun berulang kali nama Violin yang keperempuanan ini terus mengalihkan perhatian saya--juga begitu banyaknya kata "ah", "dasar" dan "anak pintar", tetapi Eldar ditulis dengan rapi sekali. Alur logikanya dapat, diksinya memang indah, dan cara penulis bercerita memang renyah sekali. Mirip kayak orang mendongeng. Review lengkap silakan ke
Profile Image for Deria.
58 reviews
April 10, 2016
The best fantasy book I've ever read. Konfliknya banyak, imajinasinya luar biasa. Setiap kata dalam setiap kalimat mampu menghipnotis pembaca untuk masuk ke dunia khayalan yang begitu indah. Semuanya tentang buku ini benar benar sempurna. Sebuah buku yang mengisahkan petualangan anak-anak di negeri salju abadi. Sebenarnya buku ini ada kelanjutannya, namun sudah 3 tahun menunggu buku kelanjutan dari Eldar ini pun belum dirilis.
Profile Image for Shiki.
215 reviews34 followers
July 13, 2014
¥ó¥³¤ß¤¿¤¤¤ÊСÕh¤Ï´óÊÆÖФˡ¢¤³¤ì¤Ï¤Þ¤È¤â¤Ç¤è¤«¤Ã¤¿¡£
¥ª¥ì¤ÎºÃ¤ß¤Ë¤Þ¤Ç¤ÏÖÁ¤Ã¤Æ¤Ê¤«¤Ã¤¿¤¬¡¢¤è¤¯¤ä¤Ã¤¿¤Ã¤Æʤ«¤Ê¡£




ÎïÓïÊÂÌå¤Ï™¤¯¤Ê¤¤¤±¤É¡¢¥­¥ã¥é¤Ï¡¸Èõ¤¤¡¹¤Ê¡¢¤ä¤Ã¤Ñ¡£
ºÃ¤­ÏÓ¤¤¤¬¤¢¤ë¡¢¤ó¤Ç¥ª¥ì¤Ï¡¸ºÃ¤­¤¸¤ã¤Ê¤¤¡¹²à¤Ë¤¤¤ë¡£
¤½¤ì¤À¤±¤À¡£
Profile Image for Edotz Herjunot.
Author?5 books14 followers
April 17, 2015
Buku yang bikin gue pengen terus membaca halaman selanjutnya, selanjutnya sampai halaman terakhir. Asik!
Displaying 1 - 17 of 17 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.