Å·±¦ÓéÀÖ

Kebodohan Quotes

Quotes tagged as "kebodohan" Showing 1-9 of 9
Emha Ainun Nadjib
“Kejahatan adalah nafsu yang terdidik. Kepandaian, seringkali, adalah kelicikan yang menyamar. Adapun kebodohan, acapkali, adalah kebaikan yang bernasib buruk. Kelalaian adalah itikad baik yang terlalu polos. Dan kelemahan adalah kemuliaan hati yang berlebihan.”
Emha Ainun Nadjib, OPLeS: Opini Plesetan

Titon Rahmawan
“Ada begitu banyak kemalangan, namun dari semua itu kebodohanlah yang tinggal menetap. Orang-orang bodoh melihat, mendengar dan merasakan seperti orang-orang lain, akan tetapi mereka sama sekali tidak memiliki pemahaman atas diri sendiri dan keadaan di sekelilingnya.

Berusaha memahami si bodoh adalah suatu tindakan yang sia-sia, pada akhirnya tanggapan mereka hanya akan membangkitkan amarah dan kejengkelan.

Kebodohan serupa botol yang memiliki lubang di dasarnya, Seberapa pun banyaknya kebaikan dan pengetahuan yang kita tuang ke dalamnya ia akan berlalu dengan sia-sia.

Mereka yang termasuk ke dalam golongan orang-orang bebal adalah mereka yang menukar sahabatnya dengan uang, dan menggantikan saudaranya dengan kilau emas dan permata.

Hati orang bodoh ada dalam lidahnya dan dengan hal itu ia menggembar-gemborkan kelebihannya yang tak lain adalah sebuah omong-kosong. Sebaliknya, lidah orang bijak ada adalam hatinya dan ia memeliharanya dengan sangat hati-hati agar tidak mengucapkan hal-hal yang tidak perlu.

Dan bahkan, hidup orang bebal jauh lebih buruk dari kematian. Orang-orang bebal dan dungu hanya akan menjadi beban bagi kehidupan, karena seumur hidup mereka tak pernah mau belajar.

Kebodohan adalah batu pejal yang dibuang orang ke dalam sungai karena menghalangi orang yang akan lewat.

Kebodohan punya banyak nama dan mereka menunjukkan wajahnya dalam berbagai wujud. Aku dapat menyebutkan sejumlah di antaranya, yaitu: egoisme dan keras-kepala, bebal dan degil, sikap anarkhi yang membabi buta, sikap acuh-tak acuh dan ketidak-pedulian, pembenaran diri sendiri, tak mau mendengar nasehat, dan kecerobahan yang tak terobati.”
Titon Rahmawan

Dian Nafi
“Bi al-Lughoh na’rifu al-‘ilma wa bi duunihaa kunna fi adh-dhalaam. Dengan bahasa kita bisa menguasai ilmu dan tanpanya kita akan berada dalam kegelapan (kebodohan)”
Dian Nafi, Mesir Suatu Waktu

“Ada sesuatu di dunia ini yang tidak perlu dipikirkan alasannya, mengapa dan bagaimana. Kalaupun ada kehidupan setelah ini, saya masih akan melakukan kebodohan yang sama. Saya akan tetap mencintai Atran.”
Devania Annesya, Elipsis

“Jika kita akan melawan kebodohan, maka musuh pertama kita adalah ketidakpedulian.”
Evan S, Parusa

“Jika kita akan melawan kebodohan, maka musuh pertama kita adalah ketidakpedulian.”
Evan S. Parusa

“Ya, saya bodoh, itu benar, dan saya harus banyak belajar. Mudah untuk mengakui itu, dibanding repot-repot menjadi pintar di kolom komentar, memperkeruh keadaan, menggunting tali persatuan, menyebarkan kebingungan, mencemarkan hati dengan kedengkian.”
Achmad Aditya Avery

“Apa yang sia-sia dari manusia
sejatinya adalah bertahan
dalam kebodohan, kekasihku.

Dan kau tak akan pernah mengerti,
betapa aku lebih memilih menjadi sia-sia,
dibandingkan harus melupakanmu.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

Seno Gumira Ajidarma
“Masalahnya, ada saja manusia yang menginginkan agar kita semua tetap bodoh dan buas, supaya kita semua tenggelam dalam kegelapan, sehingga dengan menjadi penguasa tunggal atas pengetahuan, bisa berkuasa dalam segala bidang. Padahal pengetahuan itu hak semua orang.”
Seno Gumira Ajidarma, Kitab Omong Kosong