Sajak Quotes
Quotes tagged as "sajak"
Showing 1-30 of 150

“Waktu berjalan ke Barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di belakang.
Aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan.
Aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang,
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan.”
―
Aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan.
Aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang,
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan.”
―

“Kematianku tak lebih dari seperti saat seorang penyair menuliskan tanda titik pada akhir kalimat sajaknya.”
― Laut Bercerita
― Laut Bercerita
“Delusi leluasa beranjak dari linimasa, menerka jarak dari lesatnya sang warsa.
Kau tau kenapa kata ingin itu ada?
Itu karena kata butuh masih terasa begitu asing di kepala.”
―
Kau tau kenapa kata ingin itu ada?
Itu karena kata butuh masih terasa begitu asing di kepala.”
―

“Apa guna warna langit dan bunyi jengkerik? Apa guna sajak dan siul? Yang buruk dari kapitalisme adalah menyingkirkan hal-hal yang percuma.”
― Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
― Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
“Dulu kita pernah tertawa,
bahkan berbagi senja sepiring berdua.
Dulu kita pernah merdu di telinga,
namun kini ia hanya sebatas kata.”
―
bahkan berbagi senja sepiring berdua.
Dulu kita pernah merdu di telinga,
namun kini ia hanya sebatas kata.”
―
“I don't think that anyone can decide all the paths that we will take in our lives. Because in the end, we are the only ones who understand better in dealing with our own solitudes.”
―
―
“Perihal Langit Malam:
aku teringat sebuah kisah,
tentang bulan dan bintang
yang tak pernah menyoal
siapa sejatinya yang pertama hadir,
atau siapa yang harus lebih dulu ada;
tiba-tiba langit bergemuruh,
katanya demikian:
mereka hanya bergerak,
sekali tempo menjauh,
dua kali mendekat,
hingga mereka bertemu,
suatu saat nanti.”
―
aku teringat sebuah kisah,
tentang bulan dan bintang
yang tak pernah menyoal
siapa sejatinya yang pertama hadir,
atau siapa yang harus lebih dulu ada;
tiba-tiba langit bergemuruh,
katanya demikian:
mereka hanya bergerak,
sekali tempo menjauh,
dua kali mendekat,
hingga mereka bertemu,
suatu saat nanti.”
―

“bulan pasrah kuyup dan kita bernaung pada cahayanya di pantai ini, siapa yang sulit kita tepuk, malam yang berlayar atau diri yang telah pada masing-masing.”
― Menjala Kunang-Kunang
― Menjala Kunang-Kunang

“Ia dan lelaki itu kini berhadap-hadapan. Tak ada yang berbicara tapi keduanya seolah paham, siapa yang harus pergi dari mengapa dan apa yang hilang dari bagaimana.”
― Struktur Cinta Yang Pudar
― Struktur Cinta Yang Pudar

“Aku sangka tubuhku cukup kuat berjalan setelah hujan, tetapi angin kumbang dan gigil siapa yang
membekapku?”
― Struktur Cinta Yang Pudar
membekapku?”
― Struktur Cinta Yang Pudar

“aku masih bayang pada laut, pada pasang yang menyamar menjadi kebahagiaan, segala daya kusangka telah menyentuh kedalaman dirimu dan mengabulkan rapuh keraguanku, aih! rupanya kau melarungku pada muram derasmu.”
― Menjala Kunang-Kunang
― Menjala Kunang-Kunang
“Semesta mimpi dalam tidurmu itu
sejatinya terdiri dari ingatan dan tanya
yang datang silih berganti.
Kadang hanya ingatan yang tiba,
kadang pula tanya serupa gema.
Tapi tentu,
tentu kau boleh
memaknainya sesuka hati.”
―
sejatinya terdiri dari ingatan dan tanya
yang datang silih berganti.
Kadang hanya ingatan yang tiba,
kadang pula tanya serupa gema.
Tapi tentu,
tentu kau boleh
memaknainya sesuka hati.”
―
“Tapi percayakah kau, kekasih,
bahwa yang tak pernah tergantikan
dari waktu adalah percakapan?”
―
bahwa yang tak pernah tergantikan
dari waktu adalah percakapan?”
―
“Realitas kehidupan jika tidak diusik
di dalam sajak, ia hanya akan
menjadi keset kaki toilet yang
bertuliskan W-E-L-C-O-M-E.”
―
di dalam sajak, ia hanya akan
menjadi keset kaki toilet yang
bertuliskan W-E-L-C-O-M-E.”
―
“Bila suatu saat nanti
engkau dijangkit penyakit goblok
dan tak lagi ingin mengenaliku,
maka saat itu, sebiadab mungkin
kupastikan aku telah melupakanmu.”
―
engkau dijangkit penyakit goblok
dan tak lagi ingin mengenaliku,
maka saat itu, sebiadab mungkin
kupastikan aku telah melupakanmu.”
―
“Apa yang sia-sia dari manusia
sejatinya adalah bertahan
dalam kebodohan, kekasihku.
Dan kau tak akan pernah mengerti,
betapa aku lebih memilih menjadi sia-sia,
dibandingkan harus melupakanmu.”
―
sejatinya adalah bertahan
dalam kebodohan, kekasihku.
Dan kau tak akan pernah mengerti,
betapa aku lebih memilih menjadi sia-sia,
dibandingkan harus melupakanmu.”
―
“Pada akhirnya idealisme hanya akan jadi semacam televisi hitam putih ketika semua orang beralih pada hal yang lebih canggih.”
―
―
“Kotak Kayu Tua:
Ada dalam sebuah kotak kayu tua,
sang penanda waktu menjalankan tugasnya,
dengan selembar kaca melindunginya;
ada dalam sebuah ruang,
kotak kayu besar nan tua itu
diletakan di sisi kanan tuan-nya,
yang duduk juga menjalankan tugasnya;
mereka bercakap dalam syahdu,
memahami segelintir makna
dari sebuah hakikat tentang semesta ...
.... kita bicara soal waktu
â€� Epaphras Ericson Thomas”
―
Ada dalam sebuah kotak kayu tua,
sang penanda waktu menjalankan tugasnya,
dengan selembar kaca melindunginya;
ada dalam sebuah ruang,
kotak kayu besar nan tua itu
diletakan di sisi kanan tuan-nya,
yang duduk juga menjalankan tugasnya;
mereka bercakap dalam syahdu,
memahami segelintir makna
dari sebuah hakikat tentang semesta ...
.... kita bicara soal waktu
â€� Epaphras Ericson Thomas”
―
“Kotak Kayu Tua:
Ada dalam sebuah kotak kayu tua,
sang penanda waktu menjalankan tugasnya,
dengan selembar kaca melindunginya;
ada dalam sebuah ruang,
kotak kayu besar nan tua itu
diletakan di sisi kanan tuan-nya,
yang duduk juga menjalankan tugasnya;
mereka bercakap dalam syahdu,
memahami segelintir makna
dari sebuah hakikat tentang semesta ...
.... kita bicara soal waktu”
―
Ada dalam sebuah kotak kayu tua,
sang penanda waktu menjalankan tugasnya,
dengan selembar kaca melindunginya;
ada dalam sebuah ruang,
kotak kayu besar nan tua itu
diletakan di sisi kanan tuan-nya,
yang duduk juga menjalankan tugasnya;
mereka bercakap dalam syahdu,
memahami segelintir makna
dari sebuah hakikat tentang semesta ...
.... kita bicara soal waktu”
―
“Kerinduan sejatinya seumpama biji anggur yang kaucampakkan di halaman rumahmu dan kini ia menjalar-jalar, kekasih.”
―
―
“Hal yang paling busuk dari sebuah hubungan barangkali adalah menjadikan cinta sebagai alasan untuk melegitimasi perpisahan.”
―
―

“BILIK KITA DI A6-12 DAN BILIK-BILIK LAIN BAKAL KITA BERADU
selautan kucing kaliko
langit berwarna kaki mereka
seekor anjing hitam tersengih
burung pipit mulutnya penuh
matahari bersaiz biji-bijian
bulan dalam setiap butir
biji-bijian tadi & secupak
tasik dipenuhi malam:
beginilah cara aku mencintaimu
—dengan seluruh lembut kemungkinan”
― Gampang!
selautan kucing kaliko
langit berwarna kaki mereka
seekor anjing hitam tersengih
burung pipit mulutnya penuh
matahari bersaiz biji-bijian
bulan dalam setiap butir
biji-bijian tadi & secupak
tasik dipenuhi malam:
beginilah cara aku mencintaimu
—dengan seluruh lembut kemungkinan”
― Gampang!
All Quotes
|
My Quotes
|
Add A Quote
Browse By Tag
- Love Quotes 99.5k
- Life Quotes 77.5k
- Inspirational Quotes 74.5k
- Humor Quotes 44.5k
- Philosophy Quotes 30.5k
- Inspirational Quotes Quotes 27.5k
- God Quotes 26.5k
- Truth Quotes 24k
- Wisdom Quotes 24k
- Romance Quotes 23.5k
- Poetry Quotes 22.5k
- Life Lessons Quotes 20.5k
- Death Quotes 20.5k
- Happiness Quotes 19k
- Quotes Quotes 18.5k
- Hope Quotes 18k
- Faith Quotes 18k
- Inspiration Quotes 17k
- Spirituality Quotes 15.5k
- Religion Quotes 15k
- Motivational Quotes 15k
- Writing Quotes 15k
- Relationships Quotes 15k
- Life Quotes Quotes 14.5k
- Love Quotes Quotes 14.5k
- Success Quotes 13.5k
- Time Quotes 12.5k
- Motivation Quotes 12.5k
- Science Quotes 12k
- Motivational Quotes Quotes 11.5k