Å·±¦ÓéÀÖ

Kemiskinan Quotes

Quotes tagged as "kemiskinan" Showing 1-11 of 11
Goenawan Mohamad
“Memang tak enak untuk mengingat-ingat bahwa kebahagiaan sering perlu uang yang terkadang amis dan tenaga kasar yang keringatnya berbau aneh. Kebahagiaan sering perlu sejumlah tetangga, yang tak jarang lebih miskin.”
Goenawan Mohamad, CATATAN PINGGIR 3

T. Alias Taib
“dengan seberkas kunci di tangan
kubuka seribu liang luka
yang sekian lama tertutup
kubiarkan seribu gabus duka
yang mengapung di dalam dada
berkumpul di depan matamu
agar kau mengerti:
makna makmur di tengah lapar
makna harmoni di tengah inflasi
makna mewah di tengah gundah

(kunci)”
T. Alias Taib, Seberkas Kunci

T. Alias Taib
“umpamanya seorang buruh suatu petang
yang sedang membersihkan longkang
sebagai ganti daun kering dan kotoran
ia menyapu potongan-potongan nasib
serpihan-serpihan masa depan dan
doa rakan-rakannya yang bertaburan

(kunci)”
T. Alias Taib, Seberkas Kunci

“Seakan takada habisnya, ketidakadilan selalu datang
silih berganti di negeri sekecil ini. Berbagai macam
cara dan alasan diberdayakan semaksimal mungkin
dengan tujuan untuk mengotak-atik hukum
supaya bisa berjalan (semau gue).”
Robi Aulia Abdi

“Engkau membawa pulang keruh air
ke jemuran nasibmu yang berlendir
engkau letakannya ke dalam
cawan nestapa keluargamu
yang dibelah petir kesengsaraan.

(Dukamu: Nelayan, Petani dan Penoreh)”
Wadi Leta S.A.

“Engkau membawa pulang hanyir lumpur
ke teratak nasibmu yang bocor
engkau letakkannya ke dalam
tempayan duka keluargamu
yang digegar halilintar penderitaan.

(Dukamu: Nelayan, Petani dan Penoreh)”
Wadi Leta S.A.

T. Alias Taib
“tak ada lagi ruang kosong
di rahim kota ini
kecuali kaki
gedung-gedung yang sombong
kecuali lidah
kita yang terjulur

(sebuah warung)”
T. Alias Taib, Seberkas Kunci

Tere Liye
“Dalam sistem dunia sekarang, pemerintah tidak bisa dipercaya, dipenuhi oleh politisi korup dan jahat. Sistem formal dan legal dunia juga korup, kapitalisme, demokrasi, itu cara jahat yang dilegalisasi. Kemiskinan dan kelaparan tetap ada di mana-mana, peperangan, ketidakadilan. Sistem itu sudah rusak.”
Tere Liye, Pergi

“Sedang kini engkau bertanya,
bagaimana hal seremeh uang
dapat membunuh siapa saja?

Sederhana saja,
jawabannya adalah
dengan tidak memberi.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Pada bermacam-macam wujud kemiskinan, keserakahan memiliki wajah yang sama.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Mereka yang berfatwa
bahwa dalam hidup
uang bukanlah segalanya,
barangkali adalah mereka
yang hidupnya serba berkecukupan.

Maka jangan terlalu percaya
dengan omong kosong mereka!
Sebab kita masih hidup
mengais makanan sisa.”
Robi Aulia Abdi