Å·±¦ÓéÀÖ

Kejujuran Quotes

Quotes tagged as "kejujuran" Showing 1-17 of 17
Dee Lestari
“Cuaca demi cuaca melalui kami, dan kebenaran akan semakin dipojokkan. Sampai akhirnya nanti, badai meletus dan menyisakan kejujuran yang bersinar. Entah menghangatkan, atau menghanguskan.”
Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

Goenawan Mohamad
“Ketidakjujuran adalah isyarat ketidakbebasan hati”
Goenawan Mohamad, CATATAN PINGGIR 2

“Kau tahu kenapa aku sering mengenangmu kala malam?
Malam selalu bisa menyihir hati untuk lebih jujur.”
Aldani Putri

Titon Rahmawan
“Dalam banyak hal aku merasa, bahwa fiksi seringkali lebih jujur daripada realitas. Fiksi memungkinkan kita membebaskan diri dari penjara kemunafikan, tanpa terbeban oleh penilaian orang lain.”
Titon Rahmawan

Titon Rahmawan
“Kita tidak harus menulis sesuatu dengan harapan tulisan itu bisa diterima kehadirannya. Karena yang terutama adalah, tulisan itu harus jujur, setidaknya bagi diri sendiri. Dan sebagaimana kejujuran tidak selalu menyenangkan dan mendapat tempat, ia selalu membutuhkan waktu untuk membuktikan diri dan menyatakan dirinya.”
Titon Rahmawan

Toba Beta
“Aku menangisi sang pesolek kala terharu oleh kejujuran.”
Toba Beta, My Ancestor Was an Ancient Astronaut

Goenawan Mohamad
“Di antara media ada rasa sungkan untuk saling mengkritik. Juga bila ada ketidakjujuran di media lainnya. A conspiracy of restraint.
Goenawan Mohamad, Percikan: Kumpulan Twitter @gm_gm Goenawan Mohamad

“Sejatinya kebenaran dan kebaikan hanya akan jadi benalu jika disampaikan dengan cara-cara yang buruk.

Pula sebaliknya, kejahatan dan kebohongan juga akan dipandang sebagai suatu keabsahan jika disampaikan dengan cara-cara yang elok.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Maka ke mana pun hendaknya engkau pergi, di mana pun agaknya engkau berdiri, percayalah! Bahwa kebenaran hanya akan tersampaikan dengan cara-cara yang paling asri.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Ada berjuta wajah yang senantiasa disembunyikan oleh manusia ketika mereka berbicara. Hal yang selama ini diyakini sebagai sebuah kebenaran sejatinya hanyalah selubung untuk menyamarkan kedustaan. Pula sebaliknya, sebuah kebohongan bisa saja jadi suatu kebenaran yang sukar untuk dicerna sekalipun pahit untuk diterima.”
Robi Aulia Abdi

Putu Wijaya
“Kalau aku mencari kejujuran, memang sekaranglah kutemukan. Tapi kejujuran terus-menerus setiap hari membuatku capek. Aku ingin kembali menemukan basa-basi. Di mana setiap orang berusaha untuk memoles dirinya sedikit dalam sikap maupun perbuatan, supaya manis. Dengan begitu, hidup memang palsu akan tetapi tidak menjemukan. Kupikir pada saat itu kebenaran akhirnya hanya elok kalau masih ada dalam harapan. Setelah di tangan menjadi beban.”
Putu Wijaya, Lho

Putu Wijaya
“Orang bilang kejujuran kadang kala berbahaya apabila saatnya tidak tepat. Sekarang aku pikir, untuk memperoleh saat yang tepat, paling banter orang akan jatuh pada kebijaksanaan-kebijaksanaan yang justru menjauhkan kejujuran. Kejujuran lebih baik diterima sebagai kepolosan yang tidak mempersyaratkan apa-apa. Ia bisa diumbar setiap saat. Kejujuran yang berlawanan dengan sembarang saat—adalah kejujuran yang palsu. Setidak-tidaknya inilah yang harus dikatakan, sebab sudah semakin sedikit orang mau bersikap jujur.”
Putu Wijaya, Lho

“Kita tak bisa menginginkan kejujuran orang lain saja, namun terlebih dahuku kita harus menginginkan kejujuran terhadap kita sendiri.”
Faruq Juwaidah, Mencari yang Mustahil

“Kita tak bisa menginginkan kejujuran orang lain saja, namun terlebih dahulu kita harus menginginkan kejujuran terhadap kita sendiri.”
Faruq Juwaidah, Mencari yang Mustahil

“Kejujuran: barang yang jelas-jelas tak akan ada yang menyukainya.”
Faruq Juwaidah, Mencari yang Mustahil

“Aku tak akan fanatik pada kejujuranku. Tak akan kuhilangkan keyakinanku bahwa rerumputan tak akan pernah menjadi pohon kurma; perampok tak akan pernah menjadi Nabi. Sesungguhnya, berpegang teguh pada sesuatu yang utama di zaman yang hina adalah sesuatu yang terbaik.”
Faruq Juwaidah, Mencari yang Mustahil

Sapta Arif N.W.
“Mata adalah jebakan. Namun, kejujuran seringkali lahir di ketulusan sebuah tatapan.”
Sapta Arif N.W., Bulan Ziarah Kenangan