Å·±¦ÓéÀÖ

Menunggu Quotes

Quotes tagged as "menunggu" Showing 1-13 of 13
Tere Liye
“Bukankah,
Banyak yang menunggu, menunggu dan terus menunggu seseorang
Yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali merasa tidak punya janji
"kau menungguku? sejak kapan?”
Tere Liye

Rohmatikal Maskur
“Aku tak pernah menunggumu. Kamu tak pernah sengaja datang. Tapi kita sengaja dipertemukan Tuhan. Entah untuk saling duduk berdampingan atau saling memberi pelajaran.Entah untuk saling mengirim undangan pernikahan, atau duduk bersama di pelaminan.”
Rohmatikal Maskur

“Ku minum kopi karena ada yang kunanti.”
Iwan Esjepe

Rohmatikal Maskur
“Kita; dua jemuran basah yang menunggu kering di bawah hujan.”
Rohmatikal Maskur

“diantara apapun yang terjadi, entah menghijau, memerah, menghitam atau memutih. aku tak tau apa arti menunggu, aku hanya menyukai apa yang aku lakukan saat itu.”
nom de plume

“Menunggu tidak bisa di ukur dalam angka
tapi, sampai orang itu merasa lebih tenang
dan sampai dia kembali”
Manhalawa

“Menunggu tak selalu berujung jemu.
Nyatanya, berbuah manis bernama temu.

Dear,
Kamu.”
Escapist E

“Selama janur belum melengkung dan bendera kuning belum berkibar, kita masih memiliki kesempatan yang sama bukan?”
Khams

“Semua hal baik datang pada mereka yang sabar menunggu dan berharap hanya pada Tuhan”
Arief Subagja

“Menunggu,
Mengapa harus menunggu?
Menunggu membuatku ragu
Menunggu memaksaku untuk harus rapuh
dan,
Menunggu bisa menghadirkan rasa yang baru,...”
Manhalawa

“Setiap titipan nikmat-Nya yang kita sia-siakan, pasti akan selalu menerima ganjaran, jika tidak terburu-buru, maka ia secara perlahan.
Tunggu saja!
Hidup memang perihal menunggu bukan?”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

Fram Han
“Kelak kita akan menerima kabar baik tentang sesuatu yang telah kita tunggu dengan sabar.”
Fram Han, Jejak Memori

“Mencintaimu seperti berharap pada cuaca laut ketika badai hendak terjadi. Kamu tak pernah tahu apa yang ada di dalamnya. Petir, taifun, atau ombak besar yang bisa membuat perompak paling jahil ciut nyali. Aku ingin sekali saja tidak percaya bahwa semesta itu demikian adil, bahwa kesalahanku di masa silam akan dibalaskan setimpal.”
Arman Dhani, eminus dolere