Bijaksana Quotes
Quotes tagged as "bijaksana"
Showing 1-30 of 41

“Pada akhirnya persoalan hidup adalah persoalan menunda mati, biarpun orang-orang yang bijaksana lebih suka mati sekali daripada berkali-kali.”
― House of Glass
― House of Glass

“Kita tak akan ditinggalkan Tuhan. Jangan takut sewaktu menjadi orang terbuang. Takutlah pada kita yang membuang waktu. Kita tidak dibuang, kita yang merasa dibuang. Kita tidak ditinggalkan, kita yang merasa ditinggalkan. Ini hanya soal bagaimana kita memberi terjemah pada nasib kita.”
― Anak Rantau
― Anak Rantau

“merdekakan jiwa
merdekakan pikiran
dari penjajahan pribadi yang kita buat sendiri-sendiri
dari amarah dan dendam
maafkan, maafkan, maafkan
lalu mungkin lupakan”
― Anak Rantau
merdekakan pikiran
dari penjajahan pribadi yang kita buat sendiri-sendiri
dari amarah dan dendam
maafkan, maafkan, maafkan
lalu mungkin lupakan”
― Anak Rantau

“Kemunduran akan terus terjadi, bukan karena banyaknya orang jahat, melainkan karena lebih banyak orang baik yang memilih diam dan tidak peduli. Pembiaran berjemaah, akan menghasilkan penyesalan berjemaah.”
― Anak Rantau
― Anak Rantau

“Pernikahan, urusan perasaan, cinta, kebencian, itu semua tidak sesederhana yang dilihat. Kadangkala tidak bisa dijelaskan, kadangkala dipenuhi kesalahpahaman, kadangkala dipenuhi kesedihan dan kemalangan.”
― Pergi
― Pergi

“Dalam banyak hal kita tidak bisa memilih waktu terbaik. Saat sesuatu itu datang, kita hanya bisa bersiap menghadapinya.”
― Pergi
― Pergi

“Aku pernah berperang karena dendam dan marah. Akibatnya menyakitkan hati, baik ketika menang apalagi ketika kalah. Karena itu jangan berbuat apa pun karena dendam dan marah, tapi bertindaklah karena melawan ketidakadilan.”
― Anak Rantau
― Anak Rantau

“Kamu jangan mau ngelepasin kebahagiaan kamu cuma demi setuju-setuju aja sama apa yang orang lain bilang 'baik' buat kamu. Padahal yang baik buat mereka, belum tentu baik buat kamu.”
― Kilah
― Kilah

“Kehidupanmu ada di persimpangan berikutnya. Dulu kamu bertanya tentang definisi pulang, dan kamu berhasil menemukannya, bahwa siapa pun pasti akan pulang ke hakikat kehidupan. Kamu akhirnya pulang menjenguk pusara bapak dan mamakmu, berdamai dengan masa lalu yang menyakitkan. Tapi lebih dari itu, ada pertanyaan penting berikutnya yang menunggu dijawab. Pergi. Sejatinya, ke mana kita akan pergi setelah tahu definisi pulang tersebut? Apa yang harus dilakukan? Berangkat ke mana? Bersama siapa? Apa 'kendaraannya'? Dan ke mana tujuannya? Apa sebenarnya tujuan hidup kita? Itulah persimpangan hidupmu sekarang. Menemukan jawaban tersebut. 'Kamu akan pergi ke mana?'.”
― Pergi
― Pergi

“Pikiran kita adalah akses untuk berkilah. Manusia sering kali lebih mencintai pikirannya sendiri, lalu tidak mau terbuka pada semua jawaban. Maka, jika fakta punya banyak versi, kita akan selalu memilih berpihak pada versi pikiran pribadi.”
― Kilah
― Kilah

“Pasangan yang 'saling mengisi', misalnya pribadi atau kebiasaan cowoknya bertolak belakang sama ceweknya. Ada juga cewek yang suka cowok yang berasal dari dunia pergaulan yang beda sama dirinya. Itu karena, disadari atau enggak, dia punya obsesi terpendam yang enggak bisa dia lakuin sendiri, dan dia temukan itu di orang lain. Jadi, seolah-olah dia bisa melihat obsesinya itu terwujud lewat pasangannya. Tetap aja mengacu pada dirinya sendiri, 'kan? Itu cara kita berkilah dari pengakuan bahwa kita enggak berhasil menciptakan obsesi itu sendiri.”
― Kilah
― Kilah

“Pada dasarnya, manusia kan mencintai dirinya sendiri. Tahu mitos soal 'kalau mukanya mirip berarti jodoh', dan suami-istri biasanya berwajah mirip? Mitos itu cuma cara masyarakat untuk berkilah dari pengakuan bahwa mereka mencintai dirinya sendiri, atau itu dorongan dari alam bawah sadar mereka. Aku rasa, itu terjadi karena setiap orang terlalu mencintai dirinya sendiri. Makanya dia bakal merasa cocok sama orang lain yang serupa sama dia. Wajahnya serupa, kelakuannya serupa—semua mengacu pada dirinya sendiri.”
― Kilah
― Kilah

“Kita tuh selalu jadi manusia yang terpisah dari manusia lain. Artinya, kita bisa nentuin sendiri apa yang mau kita lakuin, enggak mesti terkekang sama izin dari orang lain yang bahkan enggak paham apa tujuan kita ngelakuin itu. Kebahagiaan kita tersembunyi di balik itu, tapi orang lain ngelihatnya cuma dari permukaan—cuma dari apa yang mereka mau lihat.”
― Kilah
― Kilah

“Aku tidak akan membiarkan perasaan bersalah atau orang lain menghakimiku, karena mereka tidak berhak melakukannya. Biarlah Tuhan kelak yang menghakimiku.”
― Pergi
― Pergi

“Kita harus bersiap dengan kemungkinan terburuk. Tapi jangan biarkan emosi, rasa marah, kebencian kepada lawan membuat penilaian kita menjadi keliru. Tetap fokus pada tugas masing-masing. Marah, tindakan nekat membabi-buta hanya membuat lawan kita tertawa.”
― Pergi
― Pergi

“Urusan sepenting apa pun bisa menunggu, tapi makanan hangat tidak. Jika tidak segera disantap, dia akan dingin.”
― Pergi
― Pergi

“Kita boleh ditinggalkan, tapi jangan mau merasa ditinggalkan. Kita boleh dibuang, tapi jangan merasa dibuang.”
― Anak Rantau
― Anak Rantau

“Hidup kita hidup yang khianat, kalau hanya memikir diri sendiri. Khianat kepada misi kemanusiaan.”
― Anak Rantau
― Anak Rantau

“Rencanamu bisa kelihatan bakal berjalan lancar, tapi kadang orang lain sebenarnya enggak berpihak sama kamu, lho....”
― Kilah
― Kilah

“Ada banyak solusi selain membunuh seseorang. Kecuali tidak ada jalan keluar lagi. Tidak selalu seorang tukang pukul itu pembunuh seperti penjahat.”
― Pergi
― Pergi

“Kau dibutakan oleh ikatan itu. Ikatan batin yang kalian miliki membuat panca indra dan observasimu tertutup. Dan itu wajar.”
― Nostalgia Merah
― Nostalgia Merah
“Kau harus memperlakukan dirimu seperti bonsai. Cobalah hidup selaras dan terbuka dengan lingkunganmu. Pengalamanmu hidup berpindah-pindah negara harus disyukuri, karena itu kelebihan yang jarang dimiliki anak-anak lain. Kau punya kesempatan untuk melihat dunia secara langsung.”
― Man's Defender
― Man's Defender
“Kita tidak bisa mengubah orang lain. Tapi, kita bisa mengubah diri kita sendiri.”
― Man's Defender
― Man's Defender
“Filsafat Cina, Tao Teh Ching, dalam The Book of Change mengajarkan, 'Dia yang mengenal orang lain adalah seorang bijak. Dia yang mengenal dirinya sendiri adalah orang yang tercerahkan. Dia yang menguasai orang lain memiliki kekuatan. Dia yang menguasai dirinya sendiri memiliki kekuasaan.' Menguasai diri sendiri membuat kita terus seimbang.”
― Man's Defender
― Man's Defender
“Perang terjadi karena manusia berpikir pendek dan mengikuti emosi, terutama rasa takut. Filsafat Cina, Tao Teh Ching berkata, 'Rasa takut menyebabkan senjata dikumpulkan. Sebenarnya tidak ada yang suka perang. Para bijak akan selalu menghindarinya.' Sama seperti semua hal buruk lainnya. Tapi, kalau bergerak dengan perencanaan dan taktik, tujuan sebesar apa pun bisa dicapai.”
― Man's Defender
― Man's Defender
“Itulah, tiap orang unik, punya kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Tinggal bagaimana kita mengolah kekurangan agar bisa berubah menjadi kelebihan.”
― Man's Defender
― Man's Defender
“Waktu kamu
menyimpan apa yang kamu dapat hanya untuk dirimu, tubuhmu yang akan menolaknya sendiri. Ambil dan makanlah secukupnya.”
― Rahasia Salinem
menyimpan apa yang kamu dapat hanya untuk dirimu, tubuhmu yang akan menolaknya sendiri. Ambil dan makanlah secukupnya.”
― Rahasia Salinem
All Quotes
|
My Quotes
|
Add A Quote
Browse By Tag
- Love Quotes 99.5k
- Life Quotes 77.5k
- Inspirational Quotes 74.5k
- Humor Quotes 44.5k
- Philosophy Quotes 30.5k
- Inspirational Quotes Quotes 27.5k
- God Quotes 26.5k
- Truth Quotes 24k
- Wisdom Quotes 24k
- Romance Quotes 23.5k
- Poetry Quotes 22.5k
- Life Lessons Quotes 20.5k
- Death Quotes 20.5k
- Happiness Quotes 19k
- Quotes Quotes 18.5k
- Faith Quotes 18k
- Hope Quotes 18k
- Inspiration Quotes 17k
- Spirituality Quotes 15.5k
- Religion Quotes 15k
- Motivational Quotes 15k
- Writing Quotes 15k
- Relationships Quotes 15k
- Life Quotes Quotes 14.5k
- Love Quotes Quotes 14.5k
- Success Quotes 13.5k
- Time Quotes 12.5k
- Motivation Quotes 12.5k
- Science Quotes 12k
- Motivational Quotes Quotes 11.5k