Perasaan Quotes
Quotes tagged as "perasaan"
Showing 1-29 of 29

“Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan”
― Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung
― Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung

“Bolehkah menyatakan kerinduan? Perasaan kepada seseorang?
Tentu saja boleh. Tapi jika kita belum siap untuk mengikatkan diri dalam hubungan yang serius, ikatan yang bahkan oleh negara pun diakui dan dilindungi, maka sampaikanlah perasaan itu pada angin saat menerpa wajah, pada tetes air hujan saat menatap keluar jendela, pada butir nasi saat menatap piring, pada cicak di langit-langit kamar saat sendirian dan tak tahan lagi hingga boleh jadi menangis.
Dan jangan lupa, sampaikanlah perasaan itu pada yang maha menyayangi. Semoga semua kehormatan perasaan kita dibalas dengan sesuatu yang lebih baik. Semua kehati2an, menghindari hal-hal yang dibenci, akan membawa kita pada kesempatan terbaik. Semoga.”
―
Tentu saja boleh. Tapi jika kita belum siap untuk mengikatkan diri dalam hubungan yang serius, ikatan yang bahkan oleh negara pun diakui dan dilindungi, maka sampaikanlah perasaan itu pada angin saat menerpa wajah, pada tetes air hujan saat menatap keluar jendela, pada butir nasi saat menatap piring, pada cicak di langit-langit kamar saat sendirian dan tak tahan lagi hingga boleh jadi menangis.
Dan jangan lupa, sampaikanlah perasaan itu pada yang maha menyayangi. Semoga semua kehormatan perasaan kita dibalas dengan sesuatu yang lebih baik. Semua kehati2an, menghindari hal-hal yang dibenci, akan membawa kita pada kesempatan terbaik. Semoga.”
―

“Apalah nama perasaan ini? Dia telah pergi, terpisah ribuan kilometer dariku.”
― Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah
― Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

“Ada sesuatu yang bukan hasil "pikiran", "perasaan", dan "ajaran agama" yang membuat orang berbuat baik untuk orang lain di dunia.”
― Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
― Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali

“Rama, sebetulnya kau mencintaiku atau mencintai dirimu sendiri sehingga kau begitu hirau dengan gosip rakyatmu bahwa aku sudah tak suci lagi setelah hidup bersama Rahwana?”
― Rahvayana 2: Ada yang Tiada
― Rahvayana 2: Ada yang Tiada
“Yang membahayakan bukan menahan rindu karena tidak pernah bertemu, tapi perasaan terbiasa dengan ketidakberadaan”
―
―
“Apa yang bisa dipelajari dari hujan? Dari hujan kita ketahui bahwa air hujan berkali-kali jatuh tanpa mengeluh pada takdirnya.”
―
―

“Pernikahan, urusan perasaan, cinta, kebencian, itu semua tidak sesederhana yang dilihat. Kadangkala tidak bisa dijelaskan, kadangkala dipenuhi kesalahpahaman, kadangkala dipenuhi kesedihan dan kemalangan.”
― Pergi
― Pergi
“Kau bisa saja (sama persis) duduk disini, ditempat yang sama dan waktu yang sama. Tapi tak sekalipun kau bisa merasakan hal (perasaan) yang sama (persis) seperti ini.”
―
―
“Cinta membuatmu terlalu ingin tahu, membuatmu terlalu perasa. Dan sesuatu yang ia lakukan akan menentukan apa yang kamu rasakan.”
―
―
“Berbicaralah dan menulislah hal yang baik-baik dan bermanfaat. Jangan sekali-kali kamu menyakiti perasaan orang lain.”
―
―

“Kenyataannya, kata-kata tak selalu berbanding lurus dengan kedalaman perasaan laki-laki. (85)”
― Assalamualaikum, Beijing!
― Assalamualaikum, Beijing!
“Aku melumpuhkan inderaku saat aku bersamamu;
Telinga yang mendengar betapa buruknya dirimu dari orang lain.
Kaki untuk melangkah pergi dari sisimu.
Mata yang melihat dirimu bersama perempuan lain.
Hati yang merasakan kegetiran bahwa kau sesungguhnya tak benar-benar mencintaiku.
Kini aku tak lagi bersamamu.
Tak berarti inderaku tak lagi lumpuh.
Untuk sekedar mendengar bisikan hatiku bahwa aku berharga, aku tak mampu.”
―
Telinga yang mendengar betapa buruknya dirimu dari orang lain.
Kaki untuk melangkah pergi dari sisimu.
Mata yang melihat dirimu bersama perempuan lain.
Hati yang merasakan kegetiran bahwa kau sesungguhnya tak benar-benar mencintaiku.
Kini aku tak lagi bersamamu.
Tak berarti inderaku tak lagi lumpuh.
Untuk sekedar mendengar bisikan hatiku bahwa aku berharga, aku tak mampu.”
―
“Ketidak pahaman fungsi hati, hati bukanlah tempat bersemayamnya perasan kita.!! tapi tempat penyaringan darah dan detoksifikasi.”
―
―

“Aku tidak akan membiarkan perasaan bersalah atau orang lain menghakimiku, karena mereka tidak berhak melakukannya. Biarlah Tuhan kelak yang menghakimiku.”
― Pergi
― Pergi
“Perasaanku tau kapan harus menjadi sunyi
dan kapan harus menjadi bingar
Meski ia hanya sekedar bunyi yang tak bisa kau dengar”
―
dan kapan harus menjadi bingar
Meski ia hanya sekedar bunyi yang tak bisa kau dengar”
―
“Aku mencintaimu dengan perasaan, bukan dengan hati, dia hanya bertugas mengoreksi apakah kamu pantas dicintai.”
―
―
“Peduli entah darimana berasal - atau bagaimanapun perasaannya.. Selalu ada kedamaian yang kuat dalam secangkir kopi.”
―
―

“Aku menjadi pendiam dan dingin karena tidak banyak diberi kesempatan buat mengatakan isi hati.”
― Keberangkatan
― Keberangkatan

“Mungkin sebab ibu bapa kita tidak menggalakkan kita memahami perasaan. Dan mereka sendiri tidak iktiraf perasaan kita. Mereka tidak beri ruang kita teroka perasaan-perasaan kita semasa kita kecil. Kita terbiasa tutup perasaan itu sebelum kita merasainya betul-betul. Istilahnya ialah pengabaian emosi. Kita mengabaikan emosi kerana itu yang diajar kepada kita sejak kecil.”
― Mawaddah Ilmi Ingin Pulang
― Mawaddah Ilmi Ingin Pulang

“Sebelum ngegalauin perasaan si doi naik atau turun ke kamu, alangkah lebih baiknya ngegalauin imanmu yang masih naik turun. Sebelum mencari yang terbaik untuk kamu, alangkah lebih baiknya menjadi lebih baik dari hari kemarin.”
―
―
“Aku merasa bahwa aku tidak menjadi satu-satunya di hatimu
Katamu itu hanya perasaanku
Cinta memang rumit
Bagai analogi perhitungan
Menurut logika satu tambah satu adalah dua
Bila menurut perasaan, mungkin tak ada jawabnya”
―
Katamu itu hanya perasaanku
Cinta memang rumit
Bagai analogi perhitungan
Menurut logika satu tambah satu adalah dua
Bila menurut perasaan, mungkin tak ada jawabnya”
―

“Pada saat hati kita tersihir dengan perasaan, kita hanya nampak apa yang perasaan kita mahu lihat. Adakah kita kejam jika masih berdendam? Adakah kita perlu melepaskan hanya kerana mereka menyesal? Adakah semuanya akan pulih dengan hanya memaafkan? Memang dunia tidak akan berputar balik ke belekang jika kita memaafkan. Disebabkan ia takkan berputar baliklah kita harus melepaskan dan terus pandang ke depan. Adakah semuanya akan pulih dengan hanya memaafkan? Jawapannya tidak. Semuanya tidak akan pulih hanya dengan memaafkan. Tetapi hati manusia pulih. Hatinya pulih.”
― Mawaddah Ilmi Ingin Pulang
― Mawaddah Ilmi Ingin Pulang
All Quotes
|
My Quotes
|
Add A Quote
Browse By Tag
- Love Quotes 99.5k
- Life Quotes 77.5k
- Inspirational Quotes 74.5k
- Humor Quotes 44.5k
- Philosophy Quotes 30.5k
- Inspirational Quotes Quotes 27.5k
- God Quotes 26.5k
- Truth Quotes 24k
- Wisdom Quotes 24k
- Romance Quotes 23.5k
- Poetry Quotes 22.5k
- Life Lessons Quotes 20.5k
- Death Quotes 20.5k
- Happiness Quotes 19k
- Quotes Quotes 18.5k
- Faith Quotes 18k
- Hope Quotes 18k
- Inspiration Quotes 17k
- Spirituality Quotes 15.5k
- Religion Quotes 15k
- Motivational Quotes 15k
- Writing Quotes 15k
- Relationships Quotes 15k
- Life Quotes Quotes 14.5k
- Love Quotes Quotes 14.5k
- Success Quotes 13.5k
- Time Quotes 12.5k
- Motivation Quotes 12.5k
- Science Quotes 12k
- Motivational Quotes Quotes 11.5k