Å·±¦ÓéÀÖ

Perasaan Quotes

Quotes tagged as "perasaan" Showing 1-29 of 29
Joko Pinurbo
“Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan”
Joko Pinurbo, Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung

Tere Liye
“Bolehkah menyatakan kerinduan? Perasaan kepada seseorang?
Tentu saja boleh. Tapi jika kita belum siap untuk mengikatkan diri dalam hubungan yang serius, ikatan yang bahkan oleh negara pun diakui dan dilindungi, maka sampaikanlah perasaan itu pada angin saat menerpa wajah, pada tetes air hujan saat menatap keluar jendela, pada butir nasi saat menatap piring, pada cicak di langit-langit kamar saat sendirian dan tak tahan lagi hingga boleh jadi menangis.

Dan jangan lupa, sampaikanlah perasaan itu pada yang maha menyayangi. Semoga semua kehormatan perasaan kita dibalas dengan sesuatu yang lebih baik. Semua kehati2an, menghindari hal-hal yang dibenci, akan membawa kita pada kesempatan terbaik. Semoga.”
Tere Liye

“Biar cuma perasaan, tapi ini kan perasaan.. (Kabut Sutra Ungu, 1979)”
Sjuman Djaya

Tere Liye
“Apalah nama perasaan ini? Dia telah pergi, terpisah ribuan kilometer dariku.”
Tere Liye, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

Goenawan Mohamad
“Ada sesuatu yang bukan hasil "pikiran", "perasaan", dan "ajaran agama" yang membuat orang berbuat baik untuk orang lain di dunia.”
Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali

Sujiwo Tejo
“Rama, sebetulnya kau mencintaiku atau mencintai dirimu sendiri sehingga kau begitu hirau dengan gosip rakyatmu bahwa aku sudah tak suci lagi setelah hidup bersama Rahwana?”
Sujiwo Tejo, Rahvayana 2: Ada yang Tiada

“Yang membahayakan bukan menahan rindu karena tidak pernah bertemu, tapi perasaan terbiasa dengan ketidakberadaan”
Taufiq Wicahyono

“Apa yang bisa dipelajari dari hujan? Dari hujan kita ketahui bahwa air hujan berkali-kali jatuh tanpa mengeluh pada takdirnya.”
Arief Subagja

Tere Liye
“Pernikahan, urusan perasaan, cinta, kebencian, itu semua tidak sesederhana yang dilihat. Kadangkala tidak bisa dijelaskan, kadangkala dipenuhi kesalahpahaman, kadangkala dipenuhi kesedihan dan kemalangan.”
Tere Liye, Pergi

“Kau bisa saja (sama persis) duduk disini, ditempat yang sama dan waktu yang sama. Tapi tak sekalipun kau bisa merasakan hal (perasaan) yang sama (persis) seperti ini.”
nom de plume

“Cinta membuatmu terlalu ingin tahu, membuatmu terlalu perasa. Dan sesuatu yang ia lakukan akan menentukan apa yang kamu rasakan.”
Dini Meditria

“Berbicaralah dan menulislah hal yang baik-baik dan bermanfaat. Jangan sekali-kali kamu menyakiti perasaan orang lain.”
Amiruddin Sani Lubis

Asma Nadia
“Kenyataannya, kata-kata tak selalu berbanding lurus dengan kedalaman perasaan laki-laki. (85)”
Asma Nadia, Assalamualaikum, Beijing!

“Kehidupan ini adalah perjalanan.
Tuhanlah pemandunya dan KAU lah tujuannya”
wildan faris afif

“Aku melumpuhkan inderaku saat aku bersamamu;
Telinga yang mendengar betapa buruknya dirimu dari orang lain.
Kaki untuk melangkah pergi dari sisimu.
Mata yang melihat dirimu bersama perempuan lain.

Hati yang merasakan kegetiran bahwa kau sesungguhnya tak benar-benar mencintaiku.
Kini aku tak lagi bersamamu.
Tak berarti inderaku tak lagi lumpuh.
Untuk sekedar mendengar bisikan hatiku bahwa aku berharga, aku tak mampu.”
Ahimsa Murfi

“Ketidak pahaman fungsi hati, hati bukanlah tempat bersemayamnya perasan kita.!! tapi tempat penyaringan darah dan detoksifikasi.”
nom de plume

Tere Liye
“Aku tidak akan membiarkan perasaan bersalah atau orang lain menghakimiku, karena mereka tidak berhak melakukannya. Biarlah Tuhan kelak yang menghakimiku.”
Tere Liye, Pergi

Lucia Priandarini
“Tidak ada yang paling membunuh selain rasa bersalah dan menyesal.”
Lucia Priandarini, Dua Garis Biru

“Perasaanku tau kapan harus menjadi sunyi
dan kapan harus menjadi bingar
Meski ia hanya sekedar bunyi yang tak bisa kau dengar”
Firman Nofeki Sastranusa

“Aku mencintaimu dengan perasaan, bukan dengan hati, dia hanya bertugas mengoreksi apakah kamu pantas dicintai.”
Nurdin Ferdiansyah

“Peduli entah darimana berasal - atau bagaimanapun perasaannya.. Selalu ada kedamaian yang kuat dalam secangkir kopi.”
Vergi Crush

Nh. Dini
“Aku menjadi pendiam dan dingin karena tidak banyak diberi kesempatan buat mengatakan isi hati.”
Nh. Dini, Keberangkatan

Auni Zainal
“Mungkin sebab ibu bapa kita tidak menggalakkan kita memahami perasaan. Dan mereka sendiri tidak iktiraf perasaan kita. Mereka tidak beri ruang kita teroka perasaan-perasaan kita semasa kita kecil. Kita terbiasa tutup perasaan itu sebelum kita merasainya betul-betul. Istilahnya ialah pengabaian emosi. Kita mengabaikan emosi kerana itu yang diajar kepada kita sejak kecil.”
Auni Zainal, Mawaddah Ilmi Ingin Pulang

“Keselarasan hidup tercipta tak kala cinta telah bersatu."


-wildan faris afif”
wildan faris afif

Rohmatikal Maskur
“Sebelum ngegalauin perasaan si doi naik atau turun ke kamu, alangkah lebih baiknya ngegalauin imanmu yang masih naik turun. Sebelum mencari yang terbaik untuk kamu, alangkah lebih baiknya menjadi lebih baik dari hari kemarin.”
Rohmatikal Maskur

“Aku merasa bahwa aku tidak menjadi satu-satunya di hatimu

Katamu itu hanya perasaanku

Cinta memang rumit

Bagai analogi perhitungan

Menurut logika satu tambah satu adalah dua

Bila menurut perasaan, mungkin tak ada jawabnya”
Zakiyahdini Hanifah

Auni Zainal
“Pada saat hati kita tersihir dengan perasaan, kita hanya nampak apa yang perasaan kita mahu lihat. Adakah kita kejam jika masih berdendam? Adakah kita perlu melepaskan hanya kerana mereka menyesal? Adakah semuanya akan pulih dengan hanya memaafkan? Memang dunia tidak akan berputar balik ke belekang jika kita memaafkan. Disebabkan ia takkan berputar baliklah kita harus melepaskan dan terus pandang ke depan. Adakah semuanya akan pulih dengan hanya memaafkan? Jawapannya tidak. Semuanya tidak akan pulih hanya dengan memaafkan. Tetapi hati manusia pulih. Hatinya pulih.”
Auni Zainal, Mawaddah Ilmi Ingin Pulang

Christian Simamora
“Dalam diam, hati bersuara paling nyaring.”
Christian Simamora, Crying In My Porsche #CIMP

“Teman, kita membebaskan perhatian namun membatasi perasaan.”
Ammi Mayus