ŷ

Kebebasan Quotes

Quotes tagged as "kebebasan" Showing 1-23 of 23
Pramoedya Ananta Toer
“Masa terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat menggunakan kebebasan yang telah direbutnya sendiri”
Pramoedya Ananta Toer

Goenawan Mohamad
“Salahkah bila kita menghargai pikiran yang merdeka-yang tidak dikejar kejar, yang tak diusut dan diancam, sebuah pikiran yang tak ditakut-takuti oleh cap "berdosa" atas nama Tuhan ataupun kewaspadaan.”
Goenawan Mohamad, CATATAN PINGGIR 2

Goenawan Mohamad
“Yang penting adalah percakapan dengan kebebasan. Juga kemerdekaan untuk mencari sendiri apa yang benar dan yang adil - dengan sikap ingin tahu, ragu, juga gigih.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 7

Mouloud Benzadi
“Jangan pernah takut untuk menjadi apa yang kamu inginkan... Orang tidak harus menyukaimu, tetapi mereka harus menghormatimu.”
Mouloud Benzadi

Mouloud Benzadi
“Jika Anda benar-benar mencintai seseorang dan ingin membangun hubungan yang sukses dengannya, bersikaplah terbuka satu sama lain, jujurlah satu sama lain, dan berikan banyak ruang, waktu terpisah, dan kebebasan satu sama lain.”
Mouloud Benzadi

Natsume Sōseki
“Ketika manusia bebas memutuskan untuk menghormatimu, hadiah yang kaumiliki lebih mahal nilainya daripada apapun.”
Natsume Sōseki, Botchan

Ayu Welirang
“Orang-orang tidak bisa membelikan aku apapun yang aku mau, karena yang aku mau cuma kebebasan.”
Ayu Welirang

Tere Liye
“Bertanya boleh saja. Bebas. Soal aku mau menjawab atau tidak, itu urusan lain.”
Tere Liye, Pergi

Fenny Wong
“Putri mana, pangeran mana... yang tidak terkurung? Kau dalam kastilmu, aku dalam tanggung jawabku. Nafsuku. Dendamku.”
Fenny Wong, Lapis Lazuli

“Aku sudah bosan menjadi anjing-anjing bertuan
mahu aku menjadi serigalanya punya kebebasan

(Bukan Lagi Paksaan)”
Wan Ahmad Ismail, Kumpulan Puisi: Kopi Dalam Cawan Kaki Dalam Kasut

Nailal Fahmi
“Orang memang cenderung melupakan tanggungjawabnya jika diberi kebebasan”
Nailal Fahmi, Badung Kesarung: Santri Badung Tanpa Sarung

Martin Aleida
“Tanpa kawan, kebebasan hanyalah penjara besar dalam bentuk lain dengan tembok-tembok khayali yang menyiksa.”
Martin Aleida, "Anak ini Mau Mengencingi Jakarta?": Cerpen Pilihan KOMPAS 2015

Suryawan W.P.
“Laut memang selalu bisa menghadirkan kebebasan.”
Suryawan W.P., Hari Tak Selamanya Malam

“Kamu tidak bisa mendapatkan kebebasan dari uang, tapi kamu bisa membayar untuk bebas. Uang membatasi, kebebasan kamu yang tentukan.”
Arief Subagja

“Terbang memang menyenangkan, karena hal itu merupakan bukti nyata dari kebebasan.”
Arief Subagja

“Kebebasan tanpa aturan, cepat atau lambat menimbulkan kebosanan.”
Estiana Cahyawati

S.M. Zakir
“agama tidak lagi menjadi syariat dan jalan kehidupan
sebaliknya menjadi bahan untuk dirobek dicaing-caing
oleh akal fikiran dan pisau purba zaman pencerahan
yang diasah oleh kata-kata demi kata-kata - kebebasan

(Perjalanan 2)”
S.M. Zakir, Perjalanan Sang Zaman

S.M. Zakir
“kita menjadi kabilah
yang diburu dan dijadikan penjahat seperti kaum Musa as
oleh agama yang kita pegang dan junjung dengan percaya
dijadikan syariat dan jalan kebenaran; cahaya dan penyuluh
sedang mereka dengan keangkuhan dan kesombongan Firaun
menjulang pedang tajam kebebasan serta tombak kenihilan
untuk merobek agama dan kebenaran Tuhan yang kita miliki
atas nama hak asasi manusia, kesamarataan dan kebebasan berfikir
maka al-Quran mereka jadikan buku dari tangan manusia
yang boleh ditafsir akal sesuka hati dan dimaknakan semahunya
suara-suara mereka lagi mengatakan bahawa nabi-nabi
hanya mitos yang dicipta oleh agama - maksum itu hanya dongeng
dan Islam adalah nama yang diberikan warna penuh kelabu
untuk dilihat dengan penuh sinis dan prasangka gelap.

(Perjalanan 2)”
S.M. Zakir, Perjalanan Sang Zaman

S.M. Zakir
“ini zaman semangat kebebasan dari cerita purba
bangun sebagai bangkai helang dari masalalu
berdiri dan bangkit atas dasar pencerahan baru
dan akal diagungkan semula

(Perjalanan 3)”
S.M. Zakir, Perjalanan Sang Zaman

S.M. Zakir
“lalu dia melaungkan kebenaran, kebebasan, dan kemurnian
untuk masyarakatnya, manusia dan dunia
sedang si Rousseau ini tidak pernah mengenal
tentang kebenaran dan kemurnian dalam dirinya sendiri

(Perjalanan 5)”
S.M. Zakir, Perjalanan Sang Zaman

T. Alias Taib
“aku hanya merasa cemburu terhadap kebebasanmu
bertahun-tahun di jantung paya yang kecil
bersihkan lumut yang menyelubungi selaput matamu

(tanya keli pada pengail)”
T. Alias Taib, Seberkas Kunci

“Mati tidak selalu tentang berhentinya detak jantung manusia. Mati yang sesungguhnya ialah ketika manusia kehilangan kemampuan untuk berteriak dengan keras dan lantang.”
Faruq Juwaidah, Mencari yang Mustahil

“Bahkan malaikat pun akan tersenyum—bukan karena mereka menghakimi, tapi karena akhirnya ada satu manusia yang benar-benar mengerti: bahwa kebebasan sejati dimulai ketika kau berhenti peduli pada suara-suara yang tidak berarti.”
Vergi Crush