Å·±¦ÓéÀÖ

Lupa Quotes

Quotes tagged as "lupa" Showing 1-14 of 14
Milan Kundera
“The struggle of man against power is the struggle of memory against forgetting”
Milan Kundera, The Book of Laughter and Forgetting

Soe Hok Gie
“Dan seorang pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi .”
Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran

Tasaro G.K.
“Jangan kau ajari cara melupakanmu. Aku lebih tahu itu. Hari-hariku lebih fasih mengeja rasa itu..”
Tasaro GK

Dian Nafi
“Sehingga aku kadang melupakan kebahagiaanku sendiri. Sama seperti berbelas tahun lalu saat aku mengorbankan diriku sendiri demi membuat bapak ibu kandungku senang dan ridlo.”
Dian Nafi, Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

“Ada hal-hal yang ingin aku lupakan â€� saat -saat di mana aku merasa dunia tidak adil dan tak ada seorang pun yang menuntut keadilan untukku.”
Devania Annesya, Februari: Ecstasy

Zen RS
“Dan di hadapan kekuasaan, hal paling mudah yang mesti dilakukan, adalah merawat baik-baik ingatan.”
Zen RS

“Kamu jangan pernah lupakan doamu, kamu tak akan tahu kapan Tuhan akan mengabulkannya.”
Devania Annesya, X: Kenangan yang Berpulang
tags: doa, lupa, tuhan

Ayu Welirang
“Kalau aku boleh meminta, aku ingin melupa semuanya dan membiarkannya berlalu bersama asap ini. Sejenak, aku ingin tenang. Aku menang.”
Ayu Welirang, Februari: Ecstasy

Ready Susanto
“Engkau, “Sedang apa gerangan?â€� Coba mengingat atau melupa, tak ada beda. Keduanya cuma sesayat luka, atau suka? Tak ada beda.”
Ready Susanto

“Teruslah menghilang sampai aku terbiasa, jangan engkau kembali lagi esok. Karna jika begitu, aku seperti mengulangnya lagi dari awal untuk melupakan. Itu akan sulit, karna aku tahu kau akan menghilang lagi lusa.”
Nurdin Ferdiansyah

“Lupa adalah salah satu nikmat yang diberikan-Nya, bayangkan saja apa yang akan terjadi ketika peristiwa buruk atau pun kenangan yang melalaikan itu tak dapat dilupakan. Hidupmu tidak lebih dari sebuah penjara yang kamu ciptakan sendiri, lubang hitam yang menyerap detik-detik bermanfaatmu, menyeretmu dalam gelap lagi menyesatkan.”
Achmad Aditya Avery

Rachel S.  Roberts
“Lupa is at the riverbank or at the entrance to the cave waiting for us to remember, to reclaim our unique embodiment and path. Here is not the stereotypical perfect Goddess, shiny feathers, golden hair and sexy pout that we often compare ourselves with, but the true perfection of the divine feminine that is that which judge as the 'inperfection' of ourselves. She is the wild, untamed, perhaps lost parts of ourselves that need our love and compassion. She is the ferocity and courage that is required to go to places you fear most" Lupa. She-Wolf of Rome, Mother of Destiny by Rachel S Roberts”
Rachel S. Roberts, Lupa: She-Wolf of Rome and Mother of Destiny

Rosi L. Simamora
“Hari ini aku percaya
Tuhan tak pernah lupa,
mengirimkan malaikat surga,
dalam bentuk segala rupa”
Rosi L. Simamora, Keluarga Cemara: Buku Puisi

Titon Rahmawan
“Aku Pernah Memberimu Nama

Aku pernah memberimu nama, mungkin kau lupa. Apa arti sebuah nama? Kaupetik ungkapan itu dari sebuah buku dan aku hanya tersenyum mengiyakan.

Tapi aku menyukai nama yang aku berikan kepadamu. Meski sudah lama sekali rasanya aku tak menyapa dirimu dengan sebutan itu.

Seperti ada yang hilang dari almanak. Hari-hari tanpa jejak. Waktu yang tak lagi memberi kita sekadar jarak untuk menghitung lagi apa yang pernah saling kita beri.

Katamu, ini bukan tentang apa yang pernah engkau terima. Engkau tak merasa menyimpan apa-apa. Juga perasaan-perasaan yang dulu pernah aku titipkan kepadamu.

Sebuah buku yang lusuh berisi potret kelabu. Mungkin perjalanan, mungkin juga kenangan. Beberapa penggal puisi yang tak lagi mampu menyembunyikan dirinya dari air mata.

Dan lukisan wajah senja yang mengabur saat matahari perlahan tenggelam di dalam hitam bola matamu tak lagi mengingat namaku.”
Titon Rahmawan